Minggu, 26 Oktober 2014

manusia dan harapan


MANUSIA DAN HARAPAN

Setiap manusia pasti memiliki harapan. Manusia tanpa harapan itu berarti mati dalam hidup. Harapan itu biasanya sesuai dengan pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang MahaEsa.Agar harapannya terwujud manusia harus berusaha dengan sungguh-sungguh dan tak lepas dengan bedoa.Hal ini  disebabkan  karena antara harapan dan kepercayaan itu tidak dapat dipisahkan. Harapan dan kepercayaan adalah bagian dari hidup manusia.Tiap manusia mempunyai harapan dan sudah  tentu mempunyai kepercayaan kepada Tuhan Yang MahaEsa.
1.      Pengertian
Harapan berasal dari kata harap, yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sedangkan harapan itu berarti sesuatu yang terkandung dalam hati setiap orang  yang datangnya merupakan karunia Tuhan, yang sifatnya terpatri dan sukar dilukiskan.
Selama masih hidup semua orang ada perasaan berharap.Kadangkala seseorang  yang  gagal dalam meraih apa yang diharapkan akan  menimbulkan ketidakseimbangan dalam hidupnya. Ketidakseimbangan ini dapat berwujud dalam berbagai bentuk yang dapat memberikan beban mental pada diri sendiri, misalnya :putusasa, selalu termenung, frustasi dan sebagainya. Sebaiknya kegagalan  yang  diperoleh dianggap sebagai pengalaman sehingga kita sadar untuk berusaha memperbaikinya.

2.      Sebab
a.       Dorongan Kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah  yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia diciptkan oleh Tuhan. Dengan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan. Dalam diri manusia sudaht erjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat. Kita dapat melihat sepanjang jaman dan segala tempat, bahwa manusia selalu berkelompok, bermasyarakat, hidup rukun. Dengan dasar kodrat ini manusia mempunyai harapan dalam dirinya.
b.      Dorongan Kebutuhan Hidup
Dapat dibedakan atas :
·         KebutuhanJasmaniah
Misalnya :  Sandang, pangan, dan papan
·         Kebutuhan Rohaniah
Misalnya : Kebahagiaan, kepuasan, keberhasilan hiburan dan sebagainya
Contoh-contoh dorongan naluri manusia:
*      Dorongan untuk mempertahankan kelangsungan hidup
*      Dorongan untuk bergaul dengan sesama manusia
*      Dorongan biologis atau seks
*      Doronganuntuk meniru, dan
*      Dorongan untuk mencar imakan.
                        Untuk memenuhikebutuhan itu manusia harus bekerjasama dengan manusia lainnya. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik (jasmaniah) maupun kemampuan berfikirnya.Menurut Abraham Maslow manusia memiliki 5 harapan, yaitu :
v  Harapan untuk memperoleh kelangungan hidup (survival)
Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia membutuhka npangan, sandang, dan papan( tempattinggal ).
v  Harapan untuk memperoleh keamanan (safety)
Sejak lahir seorang anak telah membutuhkan rasa aman. Rasa aman tidak harus dengan diwujudkan dengan perlindungan yang tampak( lahiriah ), akan tetapi juga secara moral ( batiniah ).
v  Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (being loving and love)
v  Harapan memperoleh status atau diterima atau di akui lingkungan
v  Harapan untuk memperoleh perwujudan dan cita-cita (self actualization)
Manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangkatannya dan profesinya. Pada saat itu, manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima oleh lingkungannya.

3.      Manifestasi Harapan Dalam Seni
Manusia dalam usaha apa yang diharapkan dapat menyalurkan kebutuhan itu memalui kreas iatau hasil karyanya. Dalam blantika music semakin banyak yang bermunculan seperti jenis music pop, jezz, dang-dut, keroncong, bosonawa, atau jenis music lainnya. Banyak kita jumpai karya music yang  bertemakan cinta yang didalamnya terkandung unsur harapan untuk meraih cinta tersebut.
Tercapainya keinginansesorang dapat ditempuh dengan berbagai macam cara, ada yang menempuhnya dengan cara yang telah dilarang oleh norma-norma agama dan hokum dan ada yang menempuhnya dengan cara yang dibenarkan oleh norma-norma tersebut. Pelanggaran seseorang dalam usahanya mencapai apa yang diharapkan terjadi karena beberapa faktor misalnya faktor social ekonomi, faktor pendidikan, tidak adanya landasan iman yang kuat atau kurangnya pendidikan mental, dan kurangnya rasa percaya pada diri sendiri.
4.      Macam-macam kebutuhan :
a.       Kebutuhan organik individu, yang terdiri dari
1.      Kebutuhan organic individu bernilai positif, yaitu
·         Makan dan minum
·         Istirahat dan tidur
·         Seks
·         Keseimbangan suhu
·         Buang hajat
·         Bernapas
2.      Kebutuhan organic individu bernilai negatif, yaitu
·         Makan dan minum tidak lezat
·         Istirahat dan tidur terganggu
·         Kegagalan seks
·         Ketidakseimbangan suhu
·         Kesulitan buang hajat
·         Bernapas sesak
b.      Kebutuhan psikologi individu, terdiri dari
1.      Kebutuhan psikologi individu bernilai positif, yaitu
·         Pengendoran ketegangan dan bersantai
·         Kemesraan dan cinta
·         Kepuasan altruisik : kesempatan berbuat baik
·         Kepuasan ego
·         Kehormatan
·         Kepuasan dan kebanggan mencapai  tujuan
2.      Kebutuhan psikologi individu bernilai negatif, yaitu
·         Ketegangan
·         Kebencian
·         Altruisme ekstrim ketidakpuasan
·         Egoisme ekstrim : kebencian
·         Penghinaan
·         Ketidakpercayaan pada diri sendiri














EXPERIENCE

Saya memiliki seorang sepupu yang menurut saya memiliki harapan yang sangat mulia. Ia ingin membuatkan sebuah umah untuk orang tuanya, tapi hingga saat orang tuanya meninggal ia belum bisa mewujudkan impian orang tuanya itu. Dia seorang mahasiswa tamatan UII dan pada saat ini sedang melanjutkan S2. Sejak kecil ia sudah ditinggalkan ayahnya dan ibunya pun pergi bekerja ke luar negeri untuk membiaya hidup dia dan kakaknya, dan mulai pada saat itu dia dititipkan kepada nenek saya. Tamat sma dia melanjutkan studinya ke pesantren dan selama sma pun dia hidup di pesantren. Selesai sma dia mengikuti SMPTN dan sayangnya dia tidak lulus. Dia mulai berpikir untuk kuliah dengan beasiswa sepenuhnya karena ia tidak ingin membebani ibunya. Selama empat tahun dia berkuliah ia tidak pernah meminta uang kepada orang tuanya karena ia sangat mengerti kondisi orang tuanya. Ia termasuk mahasiswa yang sangat berprestasi karena pada saat wisuda ia lulus dengan predikat qumloade. Tetapi p ada saat ia baru masuk kuliah ibunya meninggal dunia akibat sakit dan dia merasa sangat terpukul karena ia memiliki harapan yang sangat besar pada saat dia wisuda ia ingin ibunya mendampinginya. Dan satu hal lagi harapan yang sangat mulia yaitu ia ingin membuatkan rumah tapi itu tiak mungkin terjadi karena ia dan ibunya berada di alam yang berbeda. Ada sebuah hadist yang berbunyi apalagi kita sanggup untuk mengahafal al-quran kita bisa membuatkan sebuah rumah di surga bagi orang tua kita. Akhirnya ia menunda untuk melanjutkan S2 dengan mengambil hafiz al-quran agar ia bisa membuatkan rumah untuk ibunya surga walaupun di bumi ia tidak bisa mewujudkan harapan tersebut.

Selasa, 21 Oktober 2014

manusia dan penderitaan

MANUSIA DAN PENDERITAAN

A.    PENGERTIAN
Penderitaan berasal dari kata derita yang berarti menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan akan dialami oleh semua orang karena sudah merupakan resiko hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagian kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan agar manusia sadar untuk tidak berpaling dari-Nya. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingkan mahluk lainnya. Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepada-Nya dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa kekuasaan Tuhan memang jauh lebih besar dari dirinya, akan membuat manusia merasakan dirinya kecil dan menerima takdir. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhirnya masih dapat bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.
Dalam al-quran dan kitab suci agama lainnya banyak diuraikan tentang penderitaan yang dialami manusia merupakan peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi kadang manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan. Ada berbagai kasus penderitaan pada manusia, ada penderitaan fisik dan pemderitaan psikis. Pada penderitaan fisik kita tentu membutuhkan bantuan medis tetapi pada penderitaan psikis penyembuhannya tergantung pada pribadi orang itu sendiri. Banyak faktor yang membuat manusia menderita, tetapi yang paling menentukan adalah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati, dan sebagainya.

Penderitaan dan sebab-sebabnya :
1.      Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
2.      Perbuatan semena-mena kepada pembantu rumah tangga
3.      Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anaknya
4.      Perbuatan buruk pejabat pada zaman orde lama
5.      Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan
6.      Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab tuhan, seperti :
·         Seorang anak yang buta sejak dilahirkan
·         Nabi ayub yang sabar menghadapi siksaan Tuhan, tetapi dengan sabar menerima cobaan yang ini
·         Tenggelamya Fir’aun dilaut merah

B.     SIKSAAN
Akibat dari siksaan timbulah penderitaan pada seseorang. Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancamaan siksaan yang dialami manusia diakhirat nanti, itu semua tergantung pada amal dan perbuatannya selama di dunia. Banyak siksaan yang terjadi di kehidupan manusia sehari-hari, contohnya : pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, dan sebagainya. Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan.
Ø  Kebimbangan dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan diambil. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya ia akan vcepat mengambil satu keputusan, sehingga kebimbingan akan cepat diatasi.
Ø  Kesepian yang dialami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirnya sendiri, atau jiwanya maupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian perlu cepat diatasi agar seseorang jangan terus menerus merasakan penderitaan batin. Sebagai mahluk sosial, manusia membutuhkan manusia lain untuk berkomunikasi.
Ø  Ketakutan
Merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :

1.      Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada ditempat terbuka.
2.      Gamang merupakan katakutan bila seseorang di tempat yang tinggi. Hal itu disebabkan, karena ia takut akibat ditempat yang tinggi.
3.      Kegelapan merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap. Sebab dalam pikirannya dalam kegelapan demekian akan muncul sesuatu yang ditakuti.
4.      Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami. Hal ini disebabkan karena dalam pikirannya semuanya akan menimbulkan kesakitan.
5.      Kegagalan merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.

C.    KEKALUTAN MENTAL
Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
a)      Nampak pada jasmani yang sering merasaka pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
b)      Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan :
a)      Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmaninya maupun rohaninya.
b)      Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan itu.
c)      Kekalutan merupakan titik patah ( mental breakdown ) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental, antara lain :
a)      Kepribadian yang lemah, akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kedudukannya dan menghancurkan mentalnya.
b)      Terjadi konflik sosial budaya, akibat norma berbeda anatara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
c)      Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial; over acting sebagai overcompensatie.
Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya kea rah
a)      Positif : Trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan solat tahjut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
b)      Negatif : Trauma yang dialami diperlakukan atau diperuntukan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustasi anata lain :
1.      Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadinya hypertensi (tekanan darah tinggi) atu tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2.      Regresi adalah peletakan kembali pada pola-pola reaksi yang primitive atau kekanak-kanakan (infantil), misalnya dengan menjerit-jerit, menangis sampai meraung-raung, memecah barang-barang.
3.      Fiksasi adalah peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri, membentur-benturkan kepala pada benda keras.
4.      Proyeksi merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain.
5.      Identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya, misalnya dalam kecantikan yang bersangkutan menyamakan diri dengan bintang film, dalam soal harta kekayaan dengan pengusaha kaya yang sukses.
6.      Narsisme adalah self love yang berlebihan, sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain.
7.      Autisme adalah gejala menutup diri secara total dari dunia rill, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1.      Kota-kota besar yang banyak member tantangan-tantangan hidup yang berat, sehingga orang merasa dikejar-kejar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sementara itu sebagian orang tidak mau tahu keperluan hidupnya, sebagian orang tidak mau tahu terhadap penderitaan orang lain akibat egoism sebagai cirri masyarakat kota.
2.      Anak-anak muda yang tidak berhasil mencapai apa yang dikehendaki atai diidam-idamkan, karena tidak berimbangnya kemampuan dengan tujuannya, sehingga pada orang-orang usia tuapun sering mengalami penderitaan dalam kenyataan hidupnya akibat norma lama yang dipegang teguh sudah tidak sesuai dengan norma baru yang tengah berlaku.
3.      Orang yang tidak beragama tidak memiliki kayakinan, bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi, sehingga sifat pasrah umumnya tidak dikenalnya, dalam keadaan yang sulit orang yang demikian ini mudah sekali mengalami penderitaan.
4.      Wanita padsakan suatu masalah umunya lebih mudah merasakan suatu masalah yang dibawanya kedalam hati atau perasaanya, tetapi sulit mengeluarkan perasaan tersebut, sementara itu mereka memiliki kondisi tubuh yang lebih lemah, sehingga kaum wanitalah yang banyak menjadi penderita psikosomatisme (penyakit akibat gangguan kejiwaan) dari pada kaum pria.
5.      Orang yang terlalu mengejar materi seperti pedagang dan pengusaha memiliki sifat ngoyo dalam memperoleh tujuan kegiatannya, yaitu mencari untung sebanyak-banyaknya. Mereka kaum materialis dan mengabaikan masalah spiritual yang justru membuat seseorang pasrah pada saat-saat tertentu.

D.    PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap orang pasti mengalami penderitaan. Penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Manusia adalah mahluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau dialaminya. Hal ini membuat manusia itu kreatif, bagi baik penderita sendiri maupun bagi orang lain yang melihat atau mengamati penderitaan.
            Penderitaan dikatakan sebagai kodrat, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, manusia hidup bukan ditakdirkan untuk bahagia melainkan juga menderita. Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjaung menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka.

E.     PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang, dan lain-lain. Media masa merupakan alat yang paling cepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati.

F.     PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
1)      Penderitaan yang timbul karena perbuata buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesame manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir, Tuhan yang menetukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.
2)      Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga akibat penyakit atau siksaan/ azab Tuhan. Namun kesabaran, Tawakal, dan optisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.

G.    PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Contoh sikap negatif yaitu penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Kelanjutan sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalkan tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup. Dampak positif dari penderitaan adalah penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. 













EXPERIENCE

Banyak sekali macam-macam bentu penderitaan. Saya sendiri juga pernah merasakan penderitaan. Peenderitaan yang saya rasakan saat saya membuat kedua orang tua saya kecewa, mungkin sudah banyak sekali hal yang saya lakukan yang mebuat kedua orang tau saya kecewa. Saya seharusnya sudah masuk perguruan tinggi mulai dari tahun kemarin tetapi karena saya tidak mendapatkan PTN maka saya harus mengikuti bimbel selama satu tahun dan tahun 2014 ini saya mengikuti SBMPTN untuk kedua kalinya namun perjuangan saya belum memberikan hasil yang memuaskan, saya merasa telah mengecewakan orang tua saya karena harapan mereka saya bisa masuk PTN dengan bimbel yang saya ikuti selama satu tahun ini. Sudah banyak pengorbanan yang mereka lakukan saat saya tidak diterima saya tau mereka kecewa namun mereka tidak menunjukkannya, mereka malah menyuruh saya untuk mencari PTS. Saya sadar saya harus bekerja lebih keras agar orang tua saya tidak kecewa lagi, maka dari itu saya memiliki keingan yang tinggi supaya saya sukses dikemudian hari, meskipun harus membuat mereka kecewa terlebih dahulu. Saya ingin mereka merasa bangga terhadap saya karena hanya itu yang bisa saya berikan kepada kedua orang tua saya.