A.
PENGERTIAN
CINTA KASIH
Cinta itu bukanlah
hanya hubungan dengan seseorang. Cinta adalah sikap, sesuatu orientasi watak
yang menentukan hubungan pribadi dengan dunia keseluruhan. Jika seseorang hanya
mencintai satu pribadi, itu bukanlah cinta tetapi ikatan simbiolik atau egoisme
yang diperluas. Cinta adalah suatu orientasi yang menunjukkan pada segalanya
dan bukan kepada salah satu hal saja. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau
cinta kapada atau menaruh belas kasih. Arti cinta dan kasih hampir sama
sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Cinta kasih memegang peranan yang
penting dalam kehidupan manusia karena cinta merupakan landasan penting dalam
kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang
erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah
pengikat yang kokoh antara manusia dengan tuhannya sehingga manusia menyembah
tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada
syariat-Nya. Cinta mempunyai unsur-unsur dasar tertentu yaitu :
·
Pengasuhan
Contohnya : cinta
seorang ibu kepada anaknya, bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya
mengasuh anaknya dengan sepenuh hati.
·
Tanggung jawab
Adalah sesuatu tindakan
yang sama sekali suka rela dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya
menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisik.
·
Perhatian
Berarti memperhatikan
pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya.
·
Pengenalan
Keinginan untuk mengetahui rahasia
manusia.
Dari
keempat unsur tersebut rasa cinta dapat dibina dengan lebih baik.
Cinta
memiliki tiga unsur :
Ø Keterikatan
Adanya perasaan hanya
untuk bersama dia, segala prioritas untuk dia.
Ø Keintiman
Adanya kebiasaan-kebiasaan
dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dan dia sudah tidak ada
jarak lagi.
Ø Kemesraan
Adanya rasa ingin membelai atau
dibelai, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan sebagainya.
Cinta
adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dengan kehidupan .
ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin menikmatinya dengan cara yang
terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa, tentu ia akan mempergunakan cinta
itu untuk keinginannya yang suci dan mulia pula. Cinta memiliki tingkatan
tertentu. Ada 3 tingkatan cinta yaitu :
1.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta
kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah.
2.
Cinta tingkat menengah adalah cinta
kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat.
3.
Cinta tingkat terendah adalah cinta yang
lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
B.
CINTA
MENURUT AJARAN AGAMA
1) Cinta
kepada sesama manusia
Agar manusia dapat
hidup dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, ia
memyeimbangkan cintanya dengan cinta dan kasih sayang pada orang lain, bekerja
sama dan member bantuan kepada orang lain. Allah langsung member pujian kepada
orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada
diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui
iman, menegakkan salat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang miskin dan
tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan yang demikian akan bias
merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.
2) Cinta
seksual
Cinta erat kaitannya
dengan dorongan seksual, sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih
sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan sitri. Ia merupakan faktor
primer bagi kelangsungan hidup keluarga. Dorongan seksual melakukan suatu
fungsi penting yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat
dorongan seksualah terbentuk keluarga.
3) Cinta
kebapakan
Antara ayah dan anaknya
tidak tejalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si anak
dengan ibunya. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya,
karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan
kebanggan, dan merupakan faktor peting kelangsungan peran bapak dan kehidupan
dan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.
4) Cinta
kepada Allah
Puncak cinta manusia
yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cinta kepada Allah dan
kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat,pujian dan doanya saja,
tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan
tindakannya ditunjukkan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya.
Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi
kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua
bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang
yang cinta pada sesama manusia, hewan,
semua mahluk allah dan seluruh alam semesta. Cinta adalah rahmat, sikap
religius adalah memiliki iman terhadap rahmat ini dan membuat diri kecil dan
tak berdaya. Dalam mencintai terhadap Allah sebenarnya telah ada didalam
kitab-kitab ajaran agama yang kita anut.
5) Cinta
kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus
Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki perngkat kedua
setalah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi
manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
Adapun tipe-tipe cinta menurut
obyeknya adalah :
a) Cinta
persaudaraan
Cinta diantara sesama,
tetapi sungguh baik sebagai sesama, kita tidak selalu “sama” sejauh kita
bersifat manusiawi, kita semua membutuhkan bantuan.
b) Cinta
keibuan
Penguatan tanpa syarat
terhadap hidup dan kebutuhan anak. Penguatan (afermasia) hidup anak mempunya
dua segi, pertama ialah perhatian dan yang kedua adalah tanggung jawab yang
mutlak perlu demi pemeliharaan hidup anak dan pertumbuhannya. Cinta keibuan telah
dipandang sebagai jenis cinta yang paling tinggi, dan yang paling suci dari
segala ikatan emosional. Cinta yang berlebih-lebihan dari orang tua terhadap
anak akan menyebabkan maslah sosial, begitu pula sebaliknya.
c) Cinta
erotis
Adalah mendambakan
peleburan, penyatuan dengan seorang pribadi lain. Jatuh cinta diantara dua
orang yang masih asing, setelah keduanya saling mengenal pribadi yang dicintai
menjadi pribadi yang dikenal seperti dirinya sendiri.
d) Cinta
diri sendiri
Manifestasi nafsu
sexual yang dirahkan kepada orang lain/diarahkan pada dirinya sendiri atau
cinta diri (self love). Teori hakekat sifat mementingkan diri ini dibuktikan
oleh pengalaman resiko analisis mengenai hal tidak mementingkan diri yang
bersifat neoritis yaitu gejala yang yang dapat dikalangan luas yang biasaya
terganggu bukan gejala itu tetapi boleh hal-hal lain yang berhubungan
dengannya, seperti rasa tertekan, kelelahan, ketidakmampuan bekerja, kegagalan
dalam bermain cinta dan seterusnya.
e) Cinta
terhadap Allah
Bentuk religius cinta
yang disebut cinta akan Allah, cinta itu berasal dari kebutuhan untuk mengatasi
keterpisahan, untuk mencapai penyatuan. Cinta adalah rahmat, sikap religius
adalah memiliki iman terhadap rahmat ini dan membuat diri kecil dan tak
berdaya. Dalam cinta terhadap Allah sebenarnya telah ada didalam kitab-kitab
ajaran agama yang kita anut.
C. KASIH
SAYANG
Kasih
sayang tak lahir jika kita tidak melahirkannya. Kasih sayang adalah perasaan
sayang, perasaan cinta atau persaan suka kepada seseorang. Kasih sayang
membutuhkan keterbukaan, pengertian, pengorbanan, tanggung jawab, perhatian dan
sebagainya. Kasih sayang terbentuk kalau
kita saling memperhatikan.
Kasih
sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Dari keadaan rumah tangga,
keakraban, kemesraan, keharmonisan hubungan antara anak dan orang tua, sehingga
kita dapat menilai perwujudan kasih sayang dalam keluarga tersebut. Orang tua
dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam, cinta kasih ini dapat
dibedakan :
1. Orang
tua bersifat aktif, anak bersifat pasif
Dalam hal ini orang tua
memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-materil dengan
sebanyak-banyaknya dan si anak menerima saja, mengiyakan tanpa memberi respon.
2. Orang
tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
Si anak berkelebihan
memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini diberikan
secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak, tidak
memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
3. Orang
tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
Masing-masing membawa
hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan.
Kehidupan sangat dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa caranya
sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu.
4. Orang
tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Orang tua dan anak
saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan
antara orang tua dan anak sangat intim, saling mencintai, saling menghargai,
saling membutuhkan.
Orang tua berperan
dalam melahirkan dan memelihara kasih sayang dalam keluarga. Kasih sayang
merupakan dasar komunikasi, jembatan antara orang tua dan anak dalam mencapai
cita-cita keluarga bahagia.
Didalam hidupnya
manusia selalu menggantungkan diri pada sesamanya, bahkan tak pernah ada
manusia yang hidup tanpa sesamanya. Tolong menolong bagi manusia sudah
dirasakan sebagai suatu keharusan. Yang mendasari tumbuhnya pengorbanan dan
tolong-menolong adalah keikhlasan. Tolong-menolong yang diharapkan setiap
manusia adalah tolong-menolong yang bukan karena suatu keterpaksaan.
Tolong-menolong yang sebenarnya itu dilakukan atas dasar saling pengertian.
Pengorbanan,
tolong-menolong yang disertai rasa keikhlasan akan menghasilkan suatu bentuk
perbuatan yang baik. Dengan cinta kasih ini manusia kan selau bahagia di dalam
hidupnya. Cinta kasih dalam keluarga adalah cinta kasih yang paling mudah kita
perhatiakan karena kita pun pernah mengalaminya.
Menurut teori, cinta
mencakup sikap dasar untuk memperhatikan kepuasan serta ketentraman dan perkembangan
orang yang kita cintai. Dalam hal mencintain maka terjadilah suatu jaringan
komunikasi yang bersifat dialogis. Kebutuhan manusia yang fundamental ialah
cinta sejati dan mendalam kepada diri sendiri. Mencintai diri sendiri tidak
sama dengan memntingkan diri sendiri, bahkan kedua saling bertolak belakang.
Mementingkan diri sendiri adalah suatu macam ketamakan yang tak terpuaskan.
Sedangkan cinta diri sendiri merupakan prasyarat bagi suatu langkah kea rah
hidup yang tidak mementingkan diri sendiri. Kebanyakan orang tidak menyadari
bahwa hal yang paling enggan diakui dalam diri sendiri dan orang lain, justru
merupakan keperluan yang paling besar, yaitu cinta diri dan harga diri yang
sejati.
D.
KEMESRAAN
Kemesraan
ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara
maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasranya merupaka perwujudan
kasih sayang yang mendalam. Kemampuan mencintai memberi nilai hidup kita, dan
menjadi ukuran terpenting dalam menetukan apakah kita maju atau tidak dalam
evolusi kita.
Cinta
yang berlanjut menimbulkan kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta.
Kemesraan dapat menimbulkan adaya kreativitas manusia.
E.
PEMUJAAN
Salah
satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang dapat diwujudkan dalam
bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan manusia.
Tuhan
adalah pencipta, tetapi tuhan juga penghancur
segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu
ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan katakutan
itu manusia memuja-Nya. Karena itu, jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan
kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta semesta termasuk
manusia itu sendiri. Kalau manusia cinta kapada Tuhan, karena Tuhan maha
pengasih lagi maha penyayang. Kecintaan manusia itu dimanifestasikan dalam
bentuk pemujaan atau solat. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan,
kondisi dan situasi.
Pemujaan-pemujaan
itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini
berate manusia memohon ampun atas segala dosnya, mohon perlindungan, mohon
dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon
ditambahkann segala kekurangan yang ada padanya, dan lain-lain.
F.
BELAS
KASIHAN
Cinta
sesame ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada
orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan. Kata kasihan atau rahmah berarti
bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Perbuatan atau
sifat belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunya potensi untuk
berbelas kasihan.
v Cara-cara
menumpahkan belas kasihan
Bebagai macam cara
orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang
memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian,
makanan dan sebagainya.
G.
CINTA
KASIH EROTIS
Cinta
kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama
sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang
yang lemah tanpa daya. Dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yang
tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaran dan cinta kasih keibuan. Cinta
kasih erotis itu eksklusif hanyalah dalam arti bahwa sesorang dapat menyatukan
dirinya secara lengkap dan intensif hanya dengan satu orang saja.
CINTA KASIH DALAM
KELUARGA
Cinta kasih orang tua terhadap anak itu adalah suatu
cinta yang disertai dengan kasih sayang. Cinta kasih tersebut diberikan secara
tulus dan ikhlas. Cinta yang dirasakan orang tau tehadap anaknya itu
berdasarkan 2 segi yakni : segi pengabdian dan segi kesukaan. Menurut orang tua
mencintai anaksya secara merata dalam arti pengabdian yang sama terhadap setiap
anak, mereka mencoba untuk tidak sebelah mata. Mereka ingin agar masing-masing
anaknya berhasil dan bahagia. Orang tua rela berkorban untuk tujuan tersebut.
Kasih sayang orang tua
itu ada dampak positif dan ada dampak
negatifnya. Dampak positifnya adalah apabila orang tua tersebut memberikan
kasih sayang kepada anaknya secara apa adanya, artinya kasih sayang yang tak berlebihan
ataupun tidak kurang.. Sedangkan dampak negatifnya adalah apabila kasih sayang
tersebut diberikan secara berlebihan.
EXPERINCE
Saya sangat mencitai
keluarga saya, terutama kedua orang tua saya. Banyak hal yang saya pelajari
dari mereka sepeti kerja keras, kesabaran, dll. Saya bangga akan kedua orang
tua saya. Mereka selalu memberikan yang terbaik untuk saya dan adik-adik saya .
Mereka juga bekerja keras untuk membiayai pendidikan kami, tak ada kata lelah
bagi mereka demi anak mereka dan agar saya dan adik saya bisa bersekolah sampai
ke perguruan tinggi. Orang tua adalah motivator terbesar saya. Bagaimana saya
harus bisa membuat mereka bangga terhadap saya, banyak hal yang telah mereka
perjuangkan untuk membiayai pendidikan saya sampai sekarang ini maka dari itu
saya harus membalas jerih payah mereka dengan prestasi. Saya tidak ingin
membuat mereka kecewa. Saya ingin selalu membuat mereka bahagia dan tersenyum
karena saya akan merasa bersalah jika kedua orang tua saya menetaskan air mata
karena saya. Menurut saya semua anak pasti menginginkan hal yang sama seperti
yang saya pikirkan, tidak ada anak yang ingin melihat orang tuanya meneteskan
air mata hanya karena dia mengecewakan orang tuanya. Saya harap saya bias
menjadi seprti apa yang orang tua saya inginkan agar mereka bisa bangga di masa
tuanya melihat anak mereka berhasil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar