Selasa, 21 Oktober 2014

manusia dan cinta kasih

A.    PENGERTIAN CINTA KASIH
Cinta itu bukanlah hanya hubungan dengan seseorang. Cinta adalah sikap, sesuatu orientasi watak yang menentukan hubungan pribadi dengan dunia keseluruhan. Jika seseorang hanya mencintai satu pribadi, itu bukanlah cinta tetapi ikatan simbiolik atau egoisme yang diperluas. Cinta adalah suatu orientasi yang menunjukkan pada segalanya dan bukan kepada salah satu hal saja. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta kapada atau menaruh belas kasih. Arti cinta dan kasih hampir sama sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Cinta kasih memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia karena cinta merupakan landasan penting dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan tuhannya sehingga manusia menyembah tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya. Cinta mempunyai unsur-unsur dasar tertentu yaitu :
·         Pengasuhan
Contohnya : cinta seorang ibu kepada anaknya, bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mengasuh anaknya dengan sepenuh hati.
·         Tanggung jawab
Adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisik.
·         Perhatian
Berarti memperhatikan pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya.
·         Pengenalan
Keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
                        Dari keempat unsur tersebut rasa cinta dapat dibina dengan lebih baik.
                        Cinta memiliki tiga unsur :
Ø  Keterikatan
Adanya perasaan hanya untuk bersama dia, segala prioritas untuk dia.
Ø  Keintiman
Adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dan dia sudah tidak ada jarak lagi.
Ø  Kemesraan
Adanya rasa ingin membelai atau dibelai, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang, dan sebagainya.
Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dengan kehidupan . ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin menikmatinya dengan cara yang terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa, tentu ia akan mempergunakan cinta itu untuk keinginannya yang suci dan mulia pula. Cinta memiliki tingkatan tertentu. Ada 3 tingkatan cinta yaitu :
1.      Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah.
2.      Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat.
3.      Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
B.     CINTA MENURUT AJARAN AGAMA
1)      Cinta kepada sesama manusia
Agar manusia dapat hidup dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya, ia memyeimbangkan cintanya dengan cinta dan kasih sayang pada orang lain, bekerja sama dan member bantuan kepada orang lain. Allah langsung member pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman, menegakkan salat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan yang demikian akan bias merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.
2)      Cinta seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual, sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerjasama antara suami dan sitri. Ia merupakan faktor primer bagi kelangsungan hidup keluarga. Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuk keluarga.
3)      Cinta kebapakan
Antara ayah dan anaknya tidak tejalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si anak dengan ibunya. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggan, dan merupakan faktor peting kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.


4)      Cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cinta kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat,pujian dan doanya saja, tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakannya ditunjukkan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya. Cinta yang ikhlas seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi kekuatan pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya. Cinta ini pun juga akan membuatnya menjadi seorang yang cinta pada sesama  manusia, hewan, semua mahluk allah dan seluruh alam semesta. Cinta adalah rahmat, sikap religius adalah memiliki iman terhadap rahmat ini dan membuat diri kecil dan tak berdaya. Dalam mencintai terhadap Allah sebenarnya telah ada didalam kitab-kitab ajaran agama yang kita anut.
5)      Cinta kepada Rasul
Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki perngkat kedua setalah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dalam tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya.
            Adapun tipe-tipe cinta menurut obyeknya adalah :
a)      Cinta persaudaraan
Cinta diantara sesama, tetapi sungguh baik sebagai sesama, kita tidak selalu “sama” sejauh kita bersifat manusiawi, kita semua membutuhkan bantuan.
b)      Cinta keibuan
Penguatan tanpa syarat terhadap hidup dan kebutuhan anak. Penguatan (afermasia) hidup anak mempunya dua segi, pertama ialah perhatian dan yang kedua adalah tanggung jawab yang mutlak perlu demi pemeliharaan hidup anak dan pertumbuhannya. Cinta keibuan telah dipandang sebagai jenis cinta yang paling tinggi, dan yang paling suci dari segala ikatan emosional. Cinta yang berlebih-lebihan dari orang tua terhadap anak akan menyebabkan maslah sosial, begitu pula sebaliknya.
c)      Cinta erotis
Adalah mendambakan peleburan, penyatuan dengan seorang pribadi lain. Jatuh cinta diantara dua orang yang masih asing, setelah keduanya saling mengenal pribadi yang dicintai menjadi pribadi yang dikenal seperti dirinya sendiri.

d)     Cinta diri sendiri
Manifestasi nafsu sexual yang dirahkan kepada orang lain/diarahkan pada dirinya sendiri atau cinta diri (self love). Teori hakekat sifat mementingkan diri ini dibuktikan oleh pengalaman resiko analisis mengenai hal tidak mementingkan diri yang bersifat neoritis yaitu gejala yang yang dapat dikalangan luas yang biasaya terganggu bukan gejala itu tetapi boleh hal-hal lain yang berhubungan dengannya, seperti rasa tertekan, kelelahan, ketidakmampuan bekerja, kegagalan dalam bermain cinta dan seterusnya.
e)      Cinta terhadap Allah
Bentuk religius cinta yang disebut cinta akan Allah, cinta itu berasal dari kebutuhan untuk mengatasi keterpisahan, untuk mencapai penyatuan. Cinta adalah rahmat, sikap religius adalah memiliki iman terhadap rahmat ini dan membuat diri kecil dan tak berdaya. Dalam cinta terhadap Allah sebenarnya telah ada didalam kitab-kitab ajaran agama yang kita anut.
C.     KASIH SAYANG
Kasih sayang tak lahir jika kita tidak melahirkannya. Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau persaan suka kepada seseorang. Kasih sayang membutuhkan keterbukaan, pengertian, pengorbanan, tanggung jawab, perhatian dan sebagainya.  Kasih sayang terbentuk kalau kita saling memperhatikan.
Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Dari keadaan rumah tangga, keakraban, kemesraan, keharmonisan hubungan antara anak dan orang tua, sehingga kita dapat menilai perwujudan kasih sayang dalam keluarga tersebut. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam, cinta kasih ini dapat dibedakan :
1.      Orang tua bersifat aktif, anak bersifat pasif
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-materil dengan sebanyak-banyaknya dan si anak menerima saja, mengiyakan tanpa memberi respon.

2.      Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
Si anak berkelebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingkah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
3.      Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
Masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan. Kehidupan sangat dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu.
4.      Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
Orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim, saling mencintai, saling menghargai, saling membutuhkan.
Orang tua berperan dalam melahirkan dan memelihara kasih sayang dalam keluarga. Kasih sayang merupakan dasar komunikasi, jembatan antara orang tua dan anak dalam mencapai cita-cita keluarga bahagia.

Didalam hidupnya manusia selalu menggantungkan diri pada sesamanya, bahkan tak pernah ada manusia yang hidup tanpa sesamanya. Tolong menolong bagi manusia sudah dirasakan sebagai suatu keharusan. Yang mendasari tumbuhnya pengorbanan dan tolong-menolong adalah keikhlasan. Tolong-menolong yang diharapkan setiap manusia adalah tolong-menolong yang bukan karena suatu keterpaksaan. Tolong-menolong yang sebenarnya itu dilakukan atas dasar saling pengertian.
Pengorbanan, tolong-menolong yang disertai rasa keikhlasan akan menghasilkan suatu bentuk perbuatan yang baik. Dengan cinta kasih ini manusia kan selau bahagia di dalam hidupnya. Cinta kasih dalam keluarga adalah cinta kasih yang paling mudah kita perhatiakan karena kita pun pernah mengalaminya.
Menurut teori, cinta mencakup sikap dasar untuk memperhatikan kepuasan serta ketentraman dan perkembangan orang yang kita cintai. Dalam hal mencintain maka terjadilah suatu jaringan komunikasi yang bersifat dialogis. Kebutuhan manusia yang fundamental ialah cinta sejati dan mendalam kepada diri sendiri. Mencintai diri sendiri tidak sama dengan memntingkan diri sendiri, bahkan kedua saling bertolak belakang. Mementingkan diri sendiri adalah suatu macam ketamakan yang tak terpuaskan. Sedangkan cinta diri sendiri merupakan prasyarat bagi suatu langkah kea rah hidup yang tidak mementingkan diri sendiri. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa hal yang paling enggan diakui dalam diri sendiri dan orang lain, justru merupakan keperluan yang paling besar, yaitu cinta diri dan harga diri yang sejati.
D.    KEMESRAAN
Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasranya merupaka perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemampuan mencintai memberi nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menetukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
Cinta yang berlanjut menimbulkan kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan adaya kreativitas manusia.
E.     PEMUJAAN
Salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang dapat diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Tuhan adalah pencipta, tetapi tuhan juga penghancur  segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan katakutan itu manusia memuja-Nya. Karena itu, jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Kalau manusia cinta kapada Tuhan, karena Tuhan maha pengasih lagi maha penyayang. Kecintaan manusia itu dimanifestasikan dalam bentuk pemujaan atau solat. Dalam kehidupan manusia terdapat berbagai  cara pemujaan sesuai dengan agama, kepercayaan, kondisi dan situasi.
Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini berate manusia memohon ampun atas segala dosnya, mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkann segala kekurangan yang ada padanya, dan lain-lain.
F.     BELAS KASIHAN
Cinta sesame ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan. Kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Perbuatan atau sifat belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunya potensi untuk berbelas kasihan.
v  Cara-cara menumpahkan belas kasihan
Bebagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan dan sebagainya.


G.    CINTA KASIH EROTIS

Cinta kasih kesaudaraan merupakan cinta kasih antara orang-orang yang sama-sama sebanding, sedangkan cinta kasih ibu merupakan cinta kasih terhadap orang-orang yang lemah tanpa daya. Dalam cinta kasih erotis terdapat eksklusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaran dan cinta kasih keibuan. Cinta kasih erotis itu eksklusif hanyalah dalam arti bahwa sesorang dapat menyatukan dirinya secara lengkap dan intensif hanya dengan satu orang saja.



CINTA KASIH DALAM KELUARGA
            Cinta kasih orang tua terhadap anak itu adalah suatu cinta yang disertai dengan kasih sayang. Cinta kasih tersebut diberikan secara tulus dan ikhlas. Cinta yang dirasakan orang tau tehadap anaknya itu berdasarkan 2 segi yakni : segi pengabdian dan segi kesukaan. Menurut orang tua mencintai anaksya secara merata dalam arti pengabdian yang sama terhadap setiap anak, mereka mencoba untuk tidak sebelah mata. Mereka ingin agar masing-masing anaknya berhasil dan bahagia. Orang tua rela berkorban untuk tujuan tersebut.
Kasih sayang orang tua itu ada dampak positif  dan ada dampak negatifnya. Dampak positifnya adalah apabila orang tua tersebut memberikan kasih sayang kepada anaknya secara apa adanya, artinya kasih sayang yang tak berlebihan ataupun tidak kurang.. Sedangkan dampak negatifnya adalah apabila kasih sayang tersebut diberikan secara berlebihan.
















EXPERINCE

Saya sangat mencitai keluarga saya, terutama kedua orang tua saya. Banyak hal yang saya pelajari dari mereka sepeti kerja keras, kesabaran, dll. Saya bangga akan kedua orang tua saya. Mereka selalu memberikan yang terbaik untuk saya dan adik-adik saya . Mereka juga bekerja keras untuk membiayai pendidikan kami, tak ada kata lelah bagi mereka demi anak mereka dan agar saya dan adik saya bisa bersekolah sampai ke perguruan tinggi. Orang tua adalah motivator terbesar saya. Bagaimana saya harus bisa membuat mereka bangga terhadap saya, banyak hal yang telah mereka perjuangkan untuk membiayai pendidikan saya sampai sekarang ini maka dari itu saya harus membalas jerih payah mereka dengan prestasi. Saya tidak ingin membuat mereka kecewa. Saya ingin selalu membuat mereka bahagia dan tersenyum karena saya akan merasa bersalah jika kedua orang tua saya menetaskan air mata karena saya. Menurut saya semua anak pasti menginginkan hal yang sama seperti yang saya pikirkan, tidak ada anak yang ingin melihat orang tuanya meneteskan air mata hanya karena dia mengecewakan orang tuanya. Saya harap saya bias menjadi seprti apa yang orang tua saya inginkan agar mereka bisa bangga di masa tuanya melihat anak mereka berhasil.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar