Selasa, 21 Oktober 2014

manusia dan kebudayaan

A.    Manusia
Manusia adalah mahluk yang berpikir dan memiliki rasa, serta emosi. Manusia memiliki bentuk yang paling sempurna dan memiliki akal budi.
Hakekat Manusia
a.       Mahluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai kesatuan yang utuh
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat,diraba,dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jiwa adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b.      Mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya
Kesempurnaanya terletak  pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan atau sebaliknya.
c.       Mahluk biokultural
Manusia adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patalogi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya dan sebagainya. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat dipelajari dari segi-segi : kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa dan sebagainya.
d.      Manusia mahluk ciptaan tuhan yang terikat dengan lingkungan ( ekologi )
Manusia dalam kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya ( ekologi  ), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula.  Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis, dan religius.



B.     Definisi kebudayaan

Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat yang mana pun dan tidak hanya mengenai sebagian dari cara hidup itu yaitu bagian yang oleh masyarakat dianggap lebih tinggi atau lebih diinginkan.
Kebudayaan menunjuk kepada berbagai aspek kehidupan. Kata itu meliputu cara-cara berlaku. Kepercayaan-kepercayaan dan sikap-sikap dan juga hasil dari kegiatan manusia yang khas untuk suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu. Kita masing-masing dilahirkan dalam suatu kebudayaan yang bersifat kompleks dan kebudayaan itu kuat sekali pengaruhnya terhadap cara hidup serta cara berlaku yang akan kita ikuti selama hidup kita.
·         Kebudayaan itu hasil proses belajar
Kebudayaan merupaka cara berlaku yang dipelajari, kebudayaan tidak tergantung dari transmisi biologis atau pewaris melalui unsur genetis. Perilaku budaya dari manusia dan primat yang lain dari tingkah laku yang hampir selalu digerakkan oleh naluri. Semua manusia dilahirkan dengan tingkah laku yang digerakkan oleh insting dan naluri yang walaupun tidak termasuk bagian dari kebudayaan namun mempengaruhi kebudayaan.

·         Hubungan antara unsur-unsur kebudayaan 
1.      Sistem religi ( sisitem kepercayaan )
Manusia memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut, sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
Sistem organisasi kemasyarakatan
Manusia sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
2.      Sistem pengetahuan
Kemampuan manusia mengingat-ingat apa yang telah diketahui kemudian menyampaikan kepada orang lain melalui bahasa, menyebabkan pengetahuan menyebar luas dari satu generasi ke generasi berikutnya.
3.      Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
Produk manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
4.      Sistem teknologi dan peralatan
Bersumber dari pemikirannya yang cerdas dan di bantu tangannya yang dapat memegang sesuatu dengan erat, manusia dapat membuat dan mempergunakan alat.
5.      Bahasa
Bahasa adalah alat perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan baik lewat lisan,tulisan ataupun gerakan ( bahasa tubuh )dengan maksud dan tujuan menyampaikan maksud hati dan kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa manusia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat dan sekaligus memudahkan dirinya berbaur dengan masyarakat.
6.      Kesenian
Kesenian mengacu pada nilai keindahan ( estetika ) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yg dinikmati dengan mata ataupun telinga.

·         Pembatasan-pembatasan kebudayaan
Faktor utama yang membatasi kemungkinan variasi dalam cara berlaku perseorangan adalah kebudayaan itu sendiri. Menurut Emile Durkheim, kebudayaan adalah sesuatu yang berada di luar kemauan kita. Ada 2 macam pembatasan kebudayaan : pembatasan langsung dan tidak langsung .
Namun, adanya pembatasan-pembatasan kebudayaan atau tekanan-tekanan sosial,tidaklah bercorak bahwa itu harus bertentangan dengan individualitas .

·         Kebudayaan merupakan suatu integrasi
Kebudayaan merupakan suatu integrasi adalah bahwa unsur-unsur atau sifat-sifat yang terpadu menjadi suatu kebudayaan bukan sekumpulan kebiasaan-kebiasaan yang terkumpul secara acak-acakan saja.kebudayaan merupaka suatu integrasi kelihatannya adalah bahwa sifat itu dianggap bersumber pada sifat adaptif dari kebudayaan. Jika kebiasaan-kebiasaan tertentu lebih adaptif dalam susunan tertentu, maka dapat diduga bahwa gumpalan unsur-unsur budaya itu akan ditemui dalam kaitan yang berhubungan bila ditempatkan dalam keadaan yang bersamaan.
Karena kebudayaan mewujudkan suatu intergrasi, maka perubahan pada satu unsur sering menimbulkan pantulan yang dahsyat dan kadang-kadang pantulan itu terjadi pada bidang-bidang yang sama sekali tidak disangka

·         Kebudayaan selalu berubah
Perubahan kebudayaan terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan budaya tertentu dihadapkan pada unsur-unsur kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah oleh dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya budaya itu sendiri.
Kebudayaan selalu berubah kebudayaan tidaklah bersifat statis ia selalu berbuah. Tanpa adanya gangguan yang disebabkan oleh masuknya unsur budaya asing sekalipun suatu kebudayaan dalam masyarakat tertentu pasti akan berubah dengan berlalunya waktu. Dalam setiap kebudayaan selalu ada suatu kebebasan tertentu pada para individu dan kebebasan individu memperkenalkan variasi dalam cara-cara berlaku dan variasi itu yang pada akhirnya dapat menjadi milik bersama dan dengan demikian di kemudian hari menjadi bagian dari kebudayaan.
Kebudayaan manusia bukanlah suatu hal yang hanya timbul sekali atau yang bersifat sederhana. Tiap masyarakat mempunyai suatu kebudayaan yang berbeda dari kekebudayaan masyarakat lain dan kebudayaan itu merupakan suatu kumpulan yang berintegrasi dari cara-cara berlaku yang dimiliki bersama dan kebudayaan yang bersangkutan secara unik mencapai penyesuaian kepada lingkungan tertentu.
Nama saya Ersa Afrina. Lahir di kota Bukittinggi, 22 April 1995. Saya juga bingung bagaimana menjelaskan budaya saya karena sebenarnya saya tidak memiliki suku. Ibu saya asli medan dan ayah saya asli padang. Di dalam kebudayaan medan mereka menganut sistem patrilineal sedangkan budaya minang menganut sistem matrilineal. Tapi selama ini saya mengikuti budaya minangkabau karena memang saya lahir di Bukittinggi.
Kota Bukittinggi merupaka kota terbesar kedua di Sumatera Barat, kota ini juga pernah menjadi ibukota negara Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia. Ikon kota Bukittinggi yang paling terkenal ada Jam Gadang selain itu Bukittinngi juga dikenal dengan kota wisata karena terdapat banyak bangunan bersejarah yaitu Benteng Vor De Kock, Lubang Jepang, Ngarai Sianok, Jenjang Seribu, Jenjang 40, Jembatan Limpapeh, Panorama dan Great Wall.
Mayoritas penduduk Bukittinggi menggunakan bahasa minang sebagai bahasa keseharian begitu pula dengan institusi pendidikannya, mereka menggunakan bahasa indonesia dan bahasa asli daerah dengan tujuan tidak menghilangkan budaya mereka dan agar budaya tersebut tetap lestari. Masyarakat minang  masih sangat memegang erat adat istiadat mereka, ada istilah bagi orang minang yaitu dimana bumi di pijak disitu langit di junjung artinya kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana tempat tinggal kita karena budaya minang memang sangat kental akan adat dan agama, misalnya penduduknya diwajibkan untuk menuntut ilmu agama seperti halnya sekolah dalam bidang agama. Mereka mendirikan MDA ( Madrasah Diniyah Awaliyah ) yang tersebar di setiap masjid di seluruh Sumatera Barat dimana mereka mulai mengaji dari umur 7 tahun dan diwajibkan Khatam Al-quran pada umur 10 tahun. Sama dengan  halnya sekolah pada umumnya MDA juga mengenal sistem rapor dan kenaikan kelas, tak hanya al-quran saja yang dipelajari di MDA ada juga Fiqih, Akidah akhlak,Bahasa arab dan Tarikh islam. Setiap mereka mengadakan perayaan bagi mereka yang khatam al-quran dengan mengadakan pawai mengelilingi kecamatan dan di akhiri dengan makan bersama di masjid. Di dalam budaya minang makan bersama disebut makan bajamba, makan bajamba adalah makan bersama yang terdiri dari 6 orang dalam satu piring. Maksudnya agar memupuk kebersamaan.
Dan satu lagi yang unik dalam kebudayaan minang adalah pada saat hari raya kurban mereka juga mengadakan makan bersama setelah penyembelihan hewan kurban. Biasanya dilakukan di masjid dan bagi yang perempuan mereka memasak bersama untuk dimakan bersama. Karena memang budaya minang terkenal dengan kulinernya.
Budaya minang memiliki suku yang beragam. Setiap suku dipimpin oleh datuk yang dipilih oleh masyarakat suku itu sendiri. Acara pemilihan datuk ini disebut dengan menegakkan datuk dengan meyembelih satu kerbau dan melakukan pesta satu kampung dan pesta itu harus dilakukan di rumah gadang. Di minang datuk sangat dihormati, karena datuk oarang yang dituakan bagi orang yang akan melakukan pesta pernikahan diwajibkan mengundang datuk dengan cara menjemputnya dengan meyiapkan transportasi untuknya karena datuk memiliki peranan yang penting dalam budaya minang.















Namo ambo ersa afrina ambo lahia di bukittinggi, 22 april 1995. Ambo binguang baa manjalehan budaya ambo sabab ambo ndak ba suku. Amak ambo asli urang medan dan apak ambo asli urang padang. Tapi salamo ko ambo maikuikan adat minang karano ambo lahia di bukittinggi.

Kota bukittinngi marupokan kota tagadang ka duo di sumatera barat, kota iko pernah manjadi ibu kota Negara  Indonesia pado maso pemerintahan darurat republic Indonesia. Ikon kota bukittinggi nan paliang tanamo iolah  jam gadang salain itu bukittinggi tanamo jo namonyo kota wisata sabab di bukittinggi banyak tampek basajarah, ado benteng vor de kock, lubang japang, ngarai sianok, janjang saribu, jangjang ampek puluah, jembatan limpapeh, pamorama dan great wall.
Kabanyakan panduduak bukittinggi  mamakai bahaso minang sabagai bahaso sahari-hari bagitu pulo jo institusi pendidikan, mereka mamakai bahaso Indonesia jo bahaso minang iko batujuan supayo indak mahilangan budayo inyo dan supayo budayonyo tatok  lastari. Urang minang mamacik arek budayonyo, lai istilah minang nan babunyi dima bumi di pijak disitu langik di junjuang yang artinyo awak aruih bias manyasuaikan diri jo lingkungan tampek awak tingga karano urang minang kental jo adek dan agamo. Urang minang mandirian MDA ( Madrasah Diniyah Awaliyah ) yang ado di musajik di seluruh sumatera barat dima urang mulai mangaji dari umua tujuah tahun dan wajih khatam al-quran umua sapuluah tahun. Samo jo sakolah pada umumnyo MDA mengenal sistem rapor dan kenaikan kelas. Indak al-quran sajo yang di palajari di MDA ado jo Fiqih, Akidah akhlak, Bahasa Arab jo Tarikh Islam. Satiok urang mambuek alek untuak urang nan khatam quran dengan mangadoan pawai bakaliliang kecamatan dan ditutuik jo makan basamo di masajik. Di minang makan basamo disabuik jo makan bajamba, makan bajamba tu makan baranam urang mamaki ciek piriang.
Ciek lai unik di minang adalah pado saat hari rayo kurban urang mangadoan makan basamo di masajik sasudah mandabiah hewan kurban. Biasonyo urang padusi mamasak basamo untuk dimakan basamo karono budaya minang tanamo jo kulinernyo.
Budayo minang punyo bamacam-macam suku. Tiok suku dipimpin oleh datuak yang dipilh masyarakat suku itu surang. Acaro pamiliahan datuak disabuik jo managakan datuak dengan mandabiah ciek kabau dan mabuek alek ciek kampuang dan alek itu musti dilakukan di rumah gadang. Di minang datuak sangek di hormati karano datuak urang nan dituokan bagi urang nan ka mambuek baralek harus mangundang datuak dan manyadiokan transportasi untuak manjampuik datuak sabab datuak mamacik peranan penting dalam budayo minang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar