A.
Manusia
Manusia
adalah mahluk yang berpikir dan memiliki rasa, serta emosi. Manusia memiliki
bentuk yang paling sempurna dan memiliki akal budi.
Hakekat Manusia
a. Mahluk
ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai kesatuan yang utuh
Tubuh adalah materi
yang dapat dilihat,diraba,dirasa, wujudnya konkrit tetapi tidak abadi. Jiwa
adalah roh yang ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber
kehidupan.
b. Mahluk
ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya
Kesempurnaanya
terletak pada adab dan budayanya, karena
manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang
terdapat didalam jiwa manusia. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan
manusia mampu mempertimbangkan, menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran,
keindahan, kebaikan atau sebaliknya.
c. Mahluk
biokultural
Manusia
adalah produk dari saling tindak atau interaksi faktor-faktor hayati dan
budayawi. Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi
anatomi, fisiologi atau faal, biokimia, psikobiologi, patalogi, genetika,
biodemografi, evolusi biologisnya dan sebagainya. Sebagai mahluk budayawi
manusia dapat dipelajari dari segi-segi : kemasyarakatan, kekerabatan,
psikologi sosial, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa dan sebagainya.
d.
Manusia
mahluk ciptaan tuhan yang terikat dengan lingkungan ( ekologi )
Manusia
dalam kehidupan konkrit adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya
( ekologi ), memiliki sifat-sifat
alamiah dan tunduk pada hukum alamiah pula.
Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis,
dan religius.
B.
Definisi
kebudayaan
Kebudayaan
adalah seluruh cara kehidupan dari masyarakat yang mana pun dan tidak hanya
mengenai sebagian dari cara hidup itu yaitu bagian yang oleh masyarakat dianggap
lebih tinggi atau lebih diinginkan.
Kebudayaan
menunjuk kepada berbagai aspek kehidupan. Kata itu meliputu cara-cara berlaku.
Kepercayaan-kepercayaan dan sikap-sikap dan juga hasil dari kegiatan manusia
yang khas untuk suatu masyarakat atau kelompok penduduk tertentu. Kita
masing-masing dilahirkan dalam suatu kebudayaan yang bersifat kompleks dan
kebudayaan itu kuat sekali pengaruhnya terhadap cara hidup serta cara berlaku
yang akan kita ikuti selama hidup kita.
·
Kebudayaan
itu hasil proses belajar
Kebudayaan
merupaka cara berlaku yang dipelajari, kebudayaan tidak tergantung dari
transmisi biologis atau pewaris melalui unsur genetis. Perilaku budaya dari
manusia dan primat yang lain dari tingkah laku yang hampir selalu digerakkan
oleh naluri. Semua manusia dilahirkan dengan tingkah laku yang digerakkan oleh
insting dan naluri yang walaupun tidak termasuk bagian dari kebudayaan namun
mempengaruhi kebudayaan.
·
Hubungan
antara unsur-unsur kebudayaan
1. Sistem
religi ( sisitem kepercayaan )
Manusia
memiliki kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa di atas kekuatan
dirinya terdapat kekuatan lain yang maha besar. Karena itu manusia takut,
sehingga menyembahnya dan lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama.
Sistem
organisasi kemasyarakatan
Manusia
sadar bahwa tubuhnya lemah, namun memiliki akal, maka disusunlah organisasi
kemasyarakatan dimana manusia bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan
hidupnya.
2. Sistem
pengetahuan
Kemampuan
manusia mengingat-ingat apa yang telah diketahui kemudian menyampaikan kepada
orang lain melalui bahasa, menyebabkan pengetahuan menyebar luas dari satu
generasi ke generasi berikutnya.
3.
Sistem
mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
Produk
manusia sebagai homo economicus menjadikan tingkat kehidupan manusia secara
umum terus meningkat.
4. Sistem
teknologi dan peralatan
Bersumber
dari pemikirannya yang cerdas dan di bantu tangannya yang dapat memegang
sesuatu dengan erat, manusia dapat membuat dan mempergunakan alat.
5. Bahasa
Bahasa
adalah alat perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi
atau berhubungan baik lewat lisan,tulisan ataupun gerakan ( bahasa tubuh
)dengan maksud dan tujuan menyampaikan maksud hati dan kemauan kepada lawan
bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa manusia dapat menyesuaikan diri
dengan lingkungan dan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat dan
sekaligus memudahkan dirinya berbaur dengan masyarakat.
6. Kesenian
Kesenian
mengacu pada nilai keindahan ( estetika ) yang berasal dari ekspresi hasrat
manusia akan keindahan yg dinikmati dengan mata ataupun telinga.
·
Pembatasan-pembatasan
kebudayaan
Faktor
utama yang membatasi kemungkinan variasi dalam cara berlaku perseorangan adalah
kebudayaan itu sendiri. Menurut Emile Durkheim, kebudayaan adalah sesuatu yang
berada di luar kemauan kita. Ada
2 macam pembatasan kebudayaan : pembatasan langsung dan tidak langsung .
Namun,
adanya pembatasan-pembatasan kebudayaan atau tekanan-tekanan sosial,tidaklah
bercorak bahwa itu harus bertentangan dengan individualitas .
·
Kebudayaan
merupakan suatu integrasi
Kebudayaan
merupakan suatu integrasi adalah bahwa unsur-unsur atau sifat-sifat yang
terpadu menjadi suatu kebudayaan bukan sekumpulan kebiasaan-kebiasaan yang
terkumpul secara acak-acakan saja.kebudayaan merupaka suatu integrasi
kelihatannya adalah bahwa sifat itu dianggap bersumber pada sifat adaptif dari
kebudayaan. Jika kebiasaan-kebiasaan tertentu lebih adaptif dalam susunan
tertentu, maka dapat diduga bahwa gumpalan unsur-unsur budaya itu akan ditemui
dalam kaitan yang berhubungan bila ditempatkan dalam keadaan yang bersamaan.
Karena
kebudayaan mewujudkan suatu intergrasi, maka perubahan pada satu unsur sering
menimbulkan pantulan yang dahsyat dan kadang-kadang pantulan itu terjadi pada
bidang-bidang yang sama sekali tidak disangka
·
Kebudayaan
selalu berubah
Perubahan
kebudayaan terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan budaya tertentu
dihadapkan pada unsur-unsur kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa,
sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan
diolah oleh dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya budaya itu
sendiri.
Kebudayaan
selalu berubah kebudayaan tidaklah bersifat statis ia selalu berbuah. Tanpa
adanya gangguan yang disebabkan oleh masuknya unsur budaya asing sekalipun
suatu kebudayaan dalam masyarakat tertentu pasti akan berubah dengan berlalunya
waktu. Dalam setiap kebudayaan selalu ada suatu kebebasan tertentu pada para
individu dan kebebasan individu memperkenalkan variasi dalam cara-cara berlaku
dan variasi itu yang pada akhirnya dapat menjadi milik bersama dan dengan
demikian di kemudian hari menjadi bagian dari kebudayaan.
Kebudayaan
manusia bukanlah suatu hal yang hanya timbul sekali atau yang bersifat
sederhana. Tiap masyarakat mempunyai suatu kebudayaan yang berbeda dari
kekebudayaan masyarakat lain dan kebudayaan itu merupakan suatu kumpulan yang
berintegrasi dari cara-cara berlaku yang dimiliki bersama dan kebudayaan yang
bersangkutan secara unik mencapai penyesuaian kepada lingkungan tertentu.
Nama
saya Ersa Afrina. Lahir di kota
Bukittinggi, 22 April 1995. Saya juga bingung bagaimana menjelaskan budaya saya
karena sebenarnya saya tidak memiliki suku. Ibu saya asli medan
dan ayah saya asli padang.
Di dalam kebudayaan medan
mereka menganut sistem patrilineal sedangkan budaya minang menganut sistem
matrilineal. Tapi selama ini saya mengikuti budaya minangkabau karena memang
saya lahir di Bukittinggi.
Kota
Bukittinggi merupaka kota terbesar kedua di
Sumatera Barat, kota ini juga pernah menjadi ibukota
negara Indonesia pada masa
Pemerintahan Darurat Republik Indonesia.
Ikon kota Bukittinggi yang paling terkenal ada Jam Gadang selain itu
Bukittinngi juga dikenal dengan kota wisata karena terdapat banyak bangunan
bersejarah yaitu Benteng Vor De Kock, Lubang Jepang, Ngarai Sianok, Jenjang
Seribu, Jenjang 40, Jembatan Limpapeh, Panorama dan Great Wall.
Mayoritas
penduduk Bukittinggi menggunakan bahasa minang sebagai bahasa keseharian begitu
pula dengan institusi pendidikannya, mereka menggunakan bahasa indonesia dan
bahasa asli daerah dengan tujuan tidak menghilangkan budaya mereka dan agar
budaya tersebut tetap lestari. Masyarakat minang masih sangat memegang erat adat istiadat
mereka, ada istilah bagi orang minang yaitu dimana bumi di pijak disitu langit
di junjung artinya kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana
tempat tinggal kita karena budaya minang memang sangat kental akan adat dan
agama, misalnya penduduknya diwajibkan untuk menuntut ilmu agama seperti halnya
sekolah dalam bidang agama. Mereka mendirikan MDA ( Madrasah Diniyah Awaliyah )
yang tersebar di setiap masjid di seluruh Sumatera Barat dimana mereka mulai
mengaji dari umur 7 tahun dan diwajibkan Khatam Al-quran pada umur 10 tahun.
Sama dengan halnya sekolah pada umumnya
MDA juga mengenal sistem rapor dan kenaikan kelas, tak hanya al-quran saja yang
dipelajari di MDA ada juga Fiqih, Akidah akhlak,Bahasa arab dan Tarikh islam.
Setiap mereka mengadakan perayaan bagi mereka yang khatam al-quran dengan
mengadakan pawai mengelilingi kecamatan dan di akhiri dengan makan bersama di
masjid. Di dalam budaya minang makan bersama disebut makan bajamba, makan
bajamba adalah makan bersama yang terdiri dari 6 orang dalam satu piring.
Maksudnya agar memupuk kebersamaan.
Dan
satu lagi yang unik dalam kebudayaan minang adalah pada saat hari raya kurban
mereka juga mengadakan makan bersama setelah penyembelihan hewan kurban.
Biasanya dilakukan di masjid dan bagi yang perempuan mereka memasak bersama
untuk dimakan bersama. Karena memang budaya minang terkenal dengan kulinernya.
Budaya
minang memiliki suku yang beragam. Setiap suku dipimpin oleh datuk yang dipilih
oleh masyarakat suku itu sendiri. Acara pemilihan datuk ini disebut dengan
menegakkan datuk dengan meyembelih satu kerbau dan melakukan pesta satu kampung
dan pesta itu harus dilakukan di rumah gadang. Di minang datuk sangat
dihormati, karena datuk oarang yang dituakan bagi orang yang akan melakukan
pesta pernikahan diwajibkan mengundang datuk dengan cara menjemputnya dengan
meyiapkan transportasi untuknya karena datuk memiliki peranan yang penting
dalam budaya minang.
Namo ambo ersa afrina ambo lahia di bukittinggi, 22
april 1995. Ambo binguang baa manjalehan budaya ambo sabab ambo ndak ba suku.
Amak ambo asli urang medan dan apak ambo asli urang padang. Tapi salamo ko ambo
maikuikan adat minang karano ambo lahia di bukittinggi.
Kota bukittinngi marupokan kota tagadang ka duo di
sumatera barat, kota iko pernah manjadi ibu kota Negara Indonesia pado maso pemerintahan darurat
republic Indonesia. Ikon kota bukittinggi nan paliang tanamo iolah jam gadang salain itu bukittinggi tanamo jo
namonyo kota wisata sabab di bukittinggi banyak tampek basajarah, ado benteng
vor de kock, lubang japang, ngarai sianok, janjang saribu, jangjang ampek
puluah, jembatan limpapeh, pamorama dan great wall.
Kabanyakan panduduak bukittinggi mamakai bahaso minang sabagai bahaso
sahari-hari bagitu pulo jo institusi pendidikan, mereka mamakai bahaso Indonesia
jo bahaso minang iko batujuan supayo indak mahilangan budayo inyo dan supayo
budayonyo tatok lastari. Urang minang
mamacik arek budayonyo, lai istilah minang nan babunyi dima bumi di pijak
disitu langik di junjuang yang artinyo awak aruih bias manyasuaikan diri jo
lingkungan tampek awak tingga karano urang minang kental jo adek dan agamo.
Urang minang mandirian MDA ( Madrasah Diniyah Awaliyah ) yang ado di musajik di
seluruh sumatera barat dima urang mulai mangaji dari umua tujuah tahun dan
wajih khatam al-quran umua sapuluah tahun. Samo jo sakolah pada umumnyo MDA mengenal
sistem rapor dan kenaikan kelas. Indak al-quran sajo yang di palajari di MDA
ado jo Fiqih, Akidah akhlak, Bahasa Arab jo Tarikh Islam. Satiok urang mambuek
alek untuak urang nan khatam quran dengan mangadoan pawai bakaliliang kecamatan
dan ditutuik jo makan basamo di masajik. Di minang makan basamo disabuik jo
makan bajamba, makan bajamba tu makan baranam urang mamaki ciek piriang.
Ciek lai unik di minang adalah pado saat hari rayo
kurban urang mangadoan makan basamo di masajik sasudah mandabiah hewan kurban.
Biasonyo urang padusi mamasak basamo untuk dimakan basamo karono budaya minang
tanamo jo kulinernyo.
Budayo minang punyo bamacam-macam suku. Tiok suku
dipimpin oleh datuak yang dipilh masyarakat suku itu surang. Acaro pamiliahan
datuak disabuik jo managakan datuak dengan mandabiah ciek kabau dan mabuek alek
ciek kampuang dan alek itu musti dilakukan di rumah gadang. Di minang datuak
sangek di hormati karano datuak urang nan dituokan bagi urang nan ka mambuek
baralek harus mangundang datuak dan manyadiokan transportasi untuak manjampuik
datuak sabab datuak mamacik peranan penting dalam budayo minang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar