MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A. PENGERTIAN
Setiap
manusia mempunyai pandangan hidup karena itu bersifat kodrati. Pandangan hidup
adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan,
petunjuk hidup di dunia.
Pandangan
hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu singkat saja, melainkan
melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu
dapat diuji kenyatannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu
sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Ada lima macam pandangan hidup di dunia:
1.
Pandangan
hidup Liberalisme, umumnya dianut oleh orang Barat
2.
Pandangan
hidup Sosialisme, umumnya dianut oleh orang Barat, orang Timur
3.
Pandangan
hidup Komunisme, umumnya dianut oleh orang Barat, orang Timur
4.
Pandan hidup
Religius, umumnya dianut oleh orang Timur Tengah, orang Timur
5.
Pandagna
hidup Sosialisme-Religius, umunya dianut oleh orang Timur Tengah, orang Timur.
Unsur-unsur
pandangan hidup
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai
unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat
unsur ini merupakan satu rangkaian yang tak terpisahkan. Cita-cita ialah apa
yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan
yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat
manusia makmur, bahagia, damai, tentram, usaha atau perjuangan adalah kerja
keras, yang dilandasi oleh keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur
denga kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan keprcayaan kepada Tuhan.
B. CITA-CITA
Cita-cita adalah keinginan yang ada dalam hati seseorang. Cita-cita itu
harus dapat diwujudkan atau dicapai dengan usah atau perjuangan. Apabila
cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu
disebut angan-angan. Cita-cita yang bertaraf angan-angan tidak tergolong dalam
unsur pandangan hidup, karena tidak masuk akal dan tidak akan memberikan hasil.
Pandangan hidup justru menuntun manusia ke arah keberhasilan.
Faktor manusia yang mau mencapai
cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Ada orang yang tidak berkemauan,
sehingga apa yang dicita-citakannya merupakan khayalan saja.
Faktor kondisi yang mempengaruhi
tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang
menghambat, faktor menguntungkan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu
cita-cita, sedangkan yang menghambat merupakan kondisi yang merintangi
tercapainya suatu cita-cita.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin dapat
diwujudkan atau dicapai, berhubung persyaratan dan kemampuan dipenuhi dan usaha
dilaksanakan, tetapi mengalami hambatan atau belum mencapai maksimum maka
cita-cita ini disebut harapan. Dalam cita-cita bertaraf harapan, kemampuan
manusia berusaha itu masih ditentukan oleh faktor lain diluar kemampuan itu.
Faktor itu adalah peristiwa yang tidak dapat diperkirakan dengan akal, atau
merupakan kehendak Tuhan karena sesungguhnya manusia hanya dapat berencana
tetapi Tuhan yang menentukan.
C. KEBAJIKAN
Kebajikan
dapat diartikan kebaikan, sesuatu yang mendatangkan kebaikan, keselamatan,
keuntungan, kemakmuran, kebahagiaan. Kebajikan adalah realisasi dari cita-cita
atau apa yang dicita-citakan. Kebajikan bersumber pada unsur budaya yaitu
karsa. Kebajikan itu ada dua asalnya, yaitu kebajikan Manusia dan kebajikan
Tuhan. Kebajikan manusia karena usaha atau perjuangan manusia, baik usaha atau
perjuangan sendiri-sendiri sebagai individu, maupun secara bersama-sama atau
kolektif, gotong-royong. Kebajikan Tuhan adalah karunia Tuhan. Bagi orang yang
tidak percaya pada Tuhan tidak mengakui ada kebajikan Tuhan. Sedangkan bagi
orang yang beriman kepada Tuhan, ia percaya bahwa kebajikan manusia juga karena
diberkahi Tuhan.
Kebajikan ini dengan pandangan hidup yang di anut
manusia, maka dapat dinyatakan:
1)
Kebajikan
manusia karena usaha atau perjuangan sendiri-sendiri sebagai individu terdapat
pada pandangan hidup liberalisme.
2)
Kebajikan
manusia karena usaha atau perjuangan bersama-sama atau kolektif atau gotong-royong
terdapat pada pandangan sosialisme.
3)
Kebajikan
Tuhan sebagai karunia Tuhan terdapat pada pandangan hidup religius ( keagamaan
).
4)
Kebajikan
manusia karena manusia adalah gejala alam atau kekuatan proses alamiah terdapat
pada pandangan hidup komunisme.
5)
Kebajikan
manusia karena usaha atau perjuangan yang diberkahi Tuhan terdapat pada
pandangan hidup sosialisme-religius.
Kebajikan itu dapat berupa tingkah laku
dan perbuatan, dapat berupa benda berwujud dan tidak berwujud. Kebajikan
membangkitkan daya kreatif manusia untuk mencipta, baik berupa karya nyata
maupun berupa karya seni misalnya seni suara, seni drama, film, dan lain-lain. Kebajikan
manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku
bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku
sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah
laku setiap orang ada tiga hal:
1.
Faktor
Pembawaan ( Heriditas )
Yang telah ditentukan pada waktu seseorang
masih dalam kandungan. Pembawaan merupakan hal yang diturunkan dari orang tua.
2.
Faktor
Lingkungan ( Enviroment )
Lingkungan yang membentuk seseorang
merupakan alam kedua yang terjadinya setelah seorang anak lahir. Lingkungan
membentuk jiwa seseorang meliputi lingkungan kelurga, sekolah, dan masyarakat.
3.
Faktor
Pengalaman
Pengalaman khas yang pernah diperoleh seseorang,
baik pengalaman pahit yang sifatnya negatif maupun pengalaman manis yang
sifatnya positif, memberikan manusia suatu bekal yang selalu dipergunakan
sebagai pertimbangan seseorang dalam mengambil keputusan.
Disamping itu ketiga faktor tersebut dalam
membentuk pribadi seseorang berbeda kekuatannya dengan pembentukan pribadi
lain.
D. USAHA DAN PERJUANGAN
Usaha/perjuangan adalah kerja keras
untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan
hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk
hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat
hidup sempurna. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat
dan martabat manusia. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena
kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia
satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan
keahlain/keterampilan. Karena manusia itu mempunyai rasa kebersamaan dan belas
kasihan ( cinta kasih ) antara sesama manusia, maka ketidakmampuan atau
kemampuan terbatas yang menimbulkan perbedaan tingkat kemakmuran itu dapat
diatasi bersama-sama secara tolong-menolong, bergotong-royong.
E. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan
yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan.
Menurut Prof. Dr. Hrun Nasution ada tiga macam aliran filsafat, yaitu:
a)
Aliran
Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan
kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur,
dan natur itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan, natur
itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alam semesta ini lengkap dengan hukum-hukumnya,
secara mutlak dikuasai Tuhan. Manusia sebagai mahluk tidak mampu menguasai alam
ini, karena manusia itu lemah. Manusia hanya dapat berusaha/berencana tetapi
Tuhan yang menentukan.
Bagi yang percaya pada Tuhan. Tuhan adalah kekuasan
tertinggi. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan. Karena itu manusia mengabdi
kepada Tuhan, berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan, ajaran agama itu ada dua macam,
yaitu :
1.
Ajaran agama
yang dogmatis, yang disampaikan Tuhan melalui ajaran nabi-nabi. Ajaran agama
ini bersifat mutlak ( absolut ), sifatnya tetap, tidak berubah-ubah.
2.
Ajaran agama
dari pemuka-pemuka agama, yaitu sebagian hasil pemikiran manusia, sifatnya
relatif ( terbatas ), sifatnya berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman.
Apabila aliran naturalisme ini dihubungkan
dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan.
Pandangan hidup yang dilandasi keyakinan bahwa Tuhanlah kekuasaan tertinggi,
yang menentukan segala-galnya disebut pandangan hidup religius (keagamaan).
b)
Aliran
Intelektualisme
Dasar aliran ini
adalah logika. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir. Manusia
yakin bahwa dengan kekuatan berpikir ( akal ) kebajikan itu dapat dicapai
dengan sukses. Apabila aliran ini dihubungkan degan pandangan hidup, maka
keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi, pandangan hidup itu dilandasi
oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal. Pandangan hidup ini disebut
liberalisme.
c)
Aliran
Gabungan
Dasar aliran ini
adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib itu artinya kekuatan yang
berasal dari Tuhan percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal
adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu
dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai daya rasa (
hati nurani ). Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan
timbul dua kemungkinan pandangan hidup. Dasar keyakinan dari kekuatan gaib
berasal dari Tuhan dan akal, kedua-duanyan mendasari keyakinan secara
berimbang, akal dalam arti baik sebagai logika berpikir maupun sebagai daya
rasa ( hati nurani ), logika berpikir baik secara individual maupun kolektif,
pandanga hidup ini disebut sosialisme-religius. Dua pandangan hidup ini
terdapat perbedaan pokok. Pandangan hidup sosialisme menekankan pada logika
berpikir kolektif, sedangkan pandangan hidup sosialisme religius menekankan
pada logika berfikir kolektif dan individual.
F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Adapun langkah-langkah
itu sebagai berikut :
1)
Mengenal
Mengenal merupakan suatu kodrat nagi
manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas. Pandangan hidup
itu ada semenjak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu
belum turun ke dunia.
2)
Mengerti
Tehap kedua untuk berpandangan hidup yang
baik adalah mengerti. Mengerti terhadap pandangan hidup di sini memegang
peranan penting karena dengan mengerti, ada kecenderungan mengikuti apa yang
terdapat dalam pandangan hidup itu.
3)
Menghayati
Langakah selanjutnya adalah menghayati
pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh
gambarayan yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menghayati ini, menganalisa hal-hal
yang berhubungan dengan pandangan hidup. Langkah mengerti dan menghayati
pandangan hidup itu harus ada karena sikap penerimaan terhadap pandangan hidup
itu sendiri.
4)
Meyakini
Setelah mengetahui kebenaran dan validitas,
maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Dengan
meyakini secara langsung kita dapat menerima dengan ikhlas pandangan hidup itu.
Adanya sikap ini kita cenderung untuk selalu berpedoman kepadanya dalam segla
tingkah laku dan tindak tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang
diyakininya.
5)
Mengabdi ‘
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang
penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang dibenarkan dan diterima
dirinya maupun orang lain. Dengan mengabdi kita dapat merasakan manfaat yang
dapat terwujud pada saat kita masih hidup atau sesudah meninggal. Jika kita
sudah mengenal, mengerti, menghayati dan meyakini pandangan hidup ini, maka
selayaknya disertai dengan pengabdian.
Mengamankan
Proses mengamankan ini merupakan langkah
terakhir. Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah
sebelumnya lalu ada proses mengamankan ini. Langkah yang terakhir ini merupakan
langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran
dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.
EXPERIENCE
Pengalaman ini
berbentuk usaha/perjuangan keras untuk mewujudkan cita-cita saya. Saya berada
di universitas ini dalam rangka untuk mewujudkan cita-cita saya. Setiap anak
pasti memiliki cita-cita yang mulia yaitu ingin membahagiakan atau membuat orang
tua mereka bangga tapi tak hanya di dunia saja mestinya tapi sampai di akhirat
juga . Pada dasarnya semua itu tergantung kepada usaha/perjuangan kita dalam
mewujudkan hal tersebut. Tidak ada anak didunia ini yang ingin mengecewakan
orang tuanya. Saya juga merasakan hal yang sama seperti mereka tapi mungkin
saya harus mengecewakan mereka dulu karena sebernya saya sudah dua kali
mengikuti ujian masuk universitas negeri tapi dua kali juga saya belum bisa
masuk unuversitas negeri tersebut. Orang tau saya sangat berharap sekali saya
masuk universitas negeri tapi memang karena belum jalannya makanya saya belum
dapat mewujudkan hal tersebut. Tapi walaupun saya berada disini sekarang saya
tidak menyesalinya karena mungkin memang ini jalan terbaik yang diberikan Tuhan
untuk mewujudkan cita-cita saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar