Kamis, 13 November 2014

Manusia dan Pandangan Hidup



MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP


A.    PENGERTIAN
     Setiap manusia mempunyai pandangan hidup karena itu bersifat kodrati. Pandangan hidup adalah pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia.
  Pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyatannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Ada lima macam pandangan hidup di dunia:
1.      Pandangan hidup Liberalisme, umumnya dianut oleh orang Barat
2.      Pandangan hidup Sosialisme, umumnya dianut oleh orang Barat, orang Timur
3.      Pandangan hidup Komunisme, umumnya dianut oleh orang Barat, orang Timur
4.      Pandan hidup Religius, umumnya dianut oleh orang Timur Tengah, orang Timur
5.      Pandagna hidup Sosialisme-Religius, umunya dianut oleh orang Timur Tengah, orang Timur.
Unsur-unsur pandangan hidup
            Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian yang tak terpisahkan. Cita-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram, usaha atau perjuangan adalah kerja keras, yang dilandasi oleh keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur denga kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan keprcayaan kepada Tuhan.

B.     CITA-CITA
      Cita-cita adalah keinginan yang ada dalam hati seseorang. Cita-cita itu harus dapat diwujudkan atau dicapai dengan usah atau perjuangan. Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan. Cita-cita yang bertaraf angan-angan tidak tergolong dalam unsur pandangan hidup, karena tidak masuk akal dan tidak akan memberikan hasil. Pandangan hidup justru menuntun manusia ke arah keberhasilan.
     Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Ada orang yang tidak berkemauan, sehingga apa yang dicita-citakannya merupakan khayalan saja.
   Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat, faktor menguntungkan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu cita-cita, sedangkan yang menghambat merupakan kondisi yang merintangi tercapainya suatu cita-cita. 
Apabila cita-cita itu tidak mungkin dapat diwujudkan atau dicapai, berhubung persyaratan dan kemampuan dipenuhi dan usaha dilaksanakan, tetapi mengalami hambatan atau belum mencapai maksimum maka cita-cita ini disebut harapan. Dalam cita-cita bertaraf harapan, kemampuan manusia berusaha itu masih ditentukan oleh faktor lain diluar kemampuan itu. Faktor itu adalah peristiwa yang tidak dapat diperkirakan dengan akal, atau merupakan kehendak Tuhan karena sesungguhnya manusia hanya dapat berencana tetapi Tuhan yang menentukan.

C.     KEBAJIKAN
     Kebajikan dapat diartikan kebaikan, sesuatu yang mendatangkan kebaikan, keselamatan, keuntungan, kemakmuran, kebahagiaan. Kebajikan adalah realisasi dari cita-cita atau apa yang dicita-citakan. Kebajikan bersumber pada unsur budaya yaitu karsa. Kebajikan itu ada dua asalnya, yaitu kebajikan Manusia dan kebajikan Tuhan. Kebajikan manusia karena usaha atau perjuangan manusia, baik usaha atau perjuangan sendiri-sendiri sebagai individu, maupun secara bersama-sama atau kolektif, gotong-royong. Kebajikan Tuhan adalah karunia Tuhan. Bagi orang yang tidak percaya pada Tuhan tidak mengakui ada kebajikan Tuhan. Sedangkan bagi orang yang beriman kepada Tuhan, ia percaya bahwa kebajikan manusia juga karena diberkahi Tuhan.
Kebajikan ini dengan pandangan hidup yang di anut manusia, maka dapat dinyatakan:
1)      Kebajikan manusia karena usaha atau perjuangan sendiri-sendiri sebagai individu terdapat pada pandangan hidup liberalisme.
2)      Kebajikan manusia karena usaha atau perjuangan bersama-sama atau kolektif atau gotong-royong terdapat pada pandangan sosialisme.
3)      Kebajikan Tuhan sebagai karunia Tuhan terdapat pada pandangan hidup religius ( keagamaan ).
4)      Kebajikan manusia karena manusia adalah gejala alam atau kekuatan proses alamiah terdapat pada pandangan hidup komunisme.
5)      Kebajikan manusia karena usaha atau perjuangan yang diberkahi Tuhan terdapat pada pandangan hidup sosialisme-religius.
       Kebajikan itu dapat berupa tingkah laku dan perbuatan, dapat berupa benda berwujud dan tidak berwujud. Kebajikan membangkitkan daya kreatif manusia untuk mencipta, baik berupa karya nyata maupun berupa karya seni misalnya seni suara, seni drama, film, dan lain-lain. Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku setiap orang berbeda-beda.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
1.      Faktor Pembawaan ( Heriditas )
    Yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan. Pembawaan merupakan hal yang diturunkan dari orang tua.
2.      Faktor Lingkungan ( Enviroment )
     Lingkungan yang membentuk seseorang merupakan alam kedua yang terjadinya setelah seorang anak lahir. Lingkungan membentuk jiwa seseorang meliputi lingkungan kelurga, sekolah, dan masyarakat.
3.      Faktor Pengalaman
      Pengalaman khas yang pernah diperoleh seseorang, baik pengalaman pahit yang sifatnya negatif maupun pengalaman manis yang sifatnya positif, memberikan manusia suatu bekal yang selalu dipergunakan sebagai pertimbangan seseorang dalam mengambil keputusan.
     Disamping itu ketiga faktor tersebut dalam membentuk pribadi seseorang berbeda kekuatannya dengan pembentukan pribadi lain.
   


D.    USAHA DAN PERJUANGAN
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlain/keterampilan. Karena manusia itu mempunyai rasa kebersamaan dan belas kasihan ( cinta kasih ) antara sesama manusia, maka ketidakmampuan atau kemampuan terbatas yang menimbulkan perbedaan tingkat kemakmuran itu dapat diatasi bersama-sama secara tolong-menolong, bergotong-royong.

E.     KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr. Hrun Nasution ada tiga macam aliran filsafat, yaitu:
a)      Aliran Naturalisme
     Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan natur itu dari Tuhan. Tetapi bagi yang tidak percaya pada Tuhan, natur itulah yang tertinggi. Tuhan menciptakan alam semesta ini lengkap dengan hukum-hukumnya, secara mutlak dikuasai Tuhan. Manusia sebagai mahluk tidak mampu menguasai alam ini, karena manusia itu lemah. Manusia hanya dapat berusaha/berencana tetapi Tuhan yang menentukan.
  Bagi yang percaya pada Tuhan. Tuhan adalah kekuasan tertinggi. Manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan, berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan, ajaran agama itu ada dua macam, yaitu :
1.      Ajaran agama yang dogmatis, yang disampaikan Tuhan melalui ajaran nabi-nabi. Ajaran agama ini bersifat mutlak ( absolut ), sifatnya tetap, tidak berubah-ubah.
2.      Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama, yaitu sebagian hasil pemikiran manusia, sifatnya relatif ( terbatas ), sifatnya berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman.

     Apabila aliran naturalisme ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari Tuhan. Pandangan hidup yang dilandasi keyakinan bahwa Tuhanlah kekuasaan tertinggi, yang menentukan segala-galnya disebut pandangan hidup religius (keagamaan).
b)      Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan berpikir ( akal ) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Apabila aliran ini dihubungkan degan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi, pandangan hidup itu dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal. Pandangan hidup ini disebut liberalisme.
c)      Aliran Gabungan
Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuatan gaib itu artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan. Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai daya rasa ( hati nurani ). Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup. Dasar keyakinan dari kekuatan gaib berasal dari Tuhan dan akal, kedua-duanyan mendasari keyakinan secara berimbang, akal dalam arti baik sebagai logika berpikir maupun sebagai daya rasa ( hati nurani ), logika berpikir baik secara individual maupun kolektif, pandanga hidup ini disebut sosialisme-religius. Dua pandangan hidup ini terdapat perbedaan pokok. Pandangan hidup sosialisme menekankan pada logika berpikir kolektif, sedangkan pandangan hidup sosialisme religius menekankan pada logika berfikir kolektif dan individual.



F.      LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIK
Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
1)      Mengenal
    Mengenal merupakan suatu kodrat nagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas. Pandangan hidup itu ada semenjak manusia itu ada, dan bahkan hidup itu ada sebelum manusia itu belum turun ke dunia.
2)      Mengerti
     Tehap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti terhadap pandangan hidup di sini memegang peranan penting karena dengan mengerti, ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu.
3)      Menghayati
     Langakah selanjutnya adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambarayan yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menghayati ini, menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup. Langkah mengerti dan menghayati pandangan hidup itu harus ada karena sikap penerimaan terhadap pandangan hidup itu sendiri.
4)      Meyakini
    Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Dengan meyakini secara langsung kita dapat menerima dengan ikhlas pandangan hidup itu. Adanya sikap ini kita cenderung untuk selalu berpedoman kepadanya dalam segla tingkah laku dan tindak tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.
5)      Mengabdi ‘
    Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang dibenarkan dan diterima dirinya maupun orang lain. Dengan mengabdi kita dapat merasakan manfaat yang dapat terwujud pada saat kita masih hidup atau sesudah meninggal. Jika kita sudah mengenal, mengerti, menghayati dan meyakini pandangan hidup ini, maka selayaknya disertai dengan pengabdian.
Mengamankan
   Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir. Tidak mungkin atau sedikit kemungkinan bila belum mendalami langkah sebelumnya lalu ada proses mengamankan ini. Langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.



























EXPERIENCE


Pengalaman ini berbentuk usaha/perjuangan keras untuk mewujudkan cita-cita saya. Saya berada di universitas ini dalam rangka untuk mewujudkan cita-cita saya. Setiap anak pasti memiliki cita-cita yang mulia yaitu ingin membahagiakan atau membuat orang tua mereka bangga tapi tak hanya di dunia saja mestinya tapi sampai di akhirat juga . Pada dasarnya semua itu tergantung kepada usaha/perjuangan kita dalam mewujudkan hal tersebut. Tidak ada anak didunia ini yang ingin mengecewakan orang tuanya. Saya juga merasakan hal yang sama seperti mereka tapi mungkin saya harus mengecewakan mereka dulu karena sebernya saya sudah dua kali mengikuti ujian masuk universitas negeri tapi dua kali juga saya belum bisa masuk unuversitas negeri tersebut. Orang tau saya sangat berharap sekali saya masuk universitas negeri tapi memang karena belum jalannya makanya saya belum dapat mewujudkan hal tersebut. Tapi walaupun saya berada disini sekarang saya tidak menyesalinya karena mungkin memang ini jalan terbaik yang diberikan Tuhan untuk mewujudkan cita-cita saya.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar